Arround the World

Arround the World

Sabtu, 10 Desember 2016

College Assignment Editions : Pendidikan Kewarganegaraan



Apa yang dimaksud dengan Geopolitik

Geopolitik berasal dari dua kata, yaitu “geo” dan “politik“. “Geo” artinya Bumi/Planet Bumi. Geopolitik  adalah “suatu studi yang mengkaji masalah-masalah geografi, sejarah dan ilmu sosial, dengan merujuk kepada politik internasional”


TUJUAN GEOPOLITIK
Geopolitik bertujuan untuk melindungi wilayah dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dari ancaman yang berasal dari Luar Negeri. Maka untuk itu terjadi penguatan besar-besaran pada Sumber Daya dan Infrastruktur Militer.


PERANAN GEOPOLITIK :

1.       Berusaha menghubungkan kekuasaan negara dengan potensi alam yang tersedia

2.       Menghubungkan kebijaksanaan suatu pemerintahan dengan situasi dan kondisi alam

3.       Menentukan bentuk dan corak politik luar dan dalam negeri

4.   Berusaha untuk meningkatkan posisi dan kedudukan suatu negara berdasarkan teori negara sebagai organisme, dan teori-teori geopolitik lainnya


TEORI GEOPOLITIK

1.    Frederick Ratzel (Teori Ruang ; 1897)          
Inti ajaran Ratzel adalah teori ruang yang ditempati oleh kelompok-kelompok politik (negara-negara) yang mengembangkan hukum ekspansionisme baik di bidang gagasan, perutusan maupun produk.                

2.    Rudolf Kjellen (Teori Kekuatan)                    
Inti ajaran Kjellen adalah tiap negara di samping berupaya untuk menjaga kelangsungan hidupnya, juga mewajibkan bangsanya untuk berswasembada mengembangkan kekuatan nasionalnya secara terusa menerus.      

3.    Karl Houshoffer (Teori Ekspansionisme : 1896-1946) 
Karl Houshoffer mengajarkan faham geopolitik sebagai ajaran ekspansionisme dalam bentuk politik geografi yang menitikberatkan pada soal-soal strategi perbatasan, ruang hidup bangsa dan tekana rasial, ekonomi dan sosial sebagai faktor yang mengharuskan pembagian baru kekayaan dunia.


CONTOH KASUS GEOPOLITIK INDONESIA

Perebutan Pulau Sipadan dan Ligitan oleh Indonesia dan Malaysia -


1. Pada dasarnya, Pulau Sipadan-Ligitan bukan merupakan wilayah Indonesia jika didasarkan pada UU Nomor 4/Perppu/1960 tentang Negara Kepulauan.  Meski begitu, Sipadan dan Ligitan juga bukan merupakan wilayah Malaysia. Alhasil  Indonesia dan Malaysia berebut atas hak Sipadan dan Ligitan dengan berbagai argumen.

2. Persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia, mencuat pada tahun 1967 ketika dalam pertemuan teknis hukum laut antara kedua negara, masing-masing negara ternyata memasukkan pulau Sipadan dan pulau Ligitan ke dalam batas-batas wilayahnya.      
Kedua negara lalu sepakat agar Sipadan dan Ligitan dinyatakan dalam keadaan status  status quo (Belum ada kepemilikan).


3. Pihak Malaysia memahami status quo sebagai tetap berada di bawah Malaysia sampai persengketaan selesai, sedangkan pihak Indonesia mengartikan bahwa dalam status ini berarti status kedua pulau tadi tidak boleh ditempati/diduduki sampai persoalan atas kepemilikan dua pulau ini selesai.


4.  Malaysia malah membangun resort dan penginapan  yang terus bertambah dipulau SIPADAN dan Ligitan dan tiba-tiba menjadi Berita. Indonesia, yang juga merasa memiliki pulau-pulau itu, segera mengirim protes ke Kuala Lumpur meminta agar pembangunan di sana dihentikan terlebih dahulu. Alasannya, Sipadan dan Ligitan itu masih dalam sengketa, belum diputus siapa pemiliknya. Pada tahun 1969 pihak Malaysia secara sepihak memasukkan kedua pulau tersebut ke dalam peta nasionalnya.


5.  Lalu, Pemerintah Indonesia-Malaysia sepakat membawa kasus ini ke mahkamah Internasional / International Court of Justice (ICJ) di Den Hag, Belanda pada tahun 1997. Dalam putusan Mahkamah Internasional yang jatuh pada 17 Desember 2002, Indonesia dinyatakan kalah.


6. Bukti sejarah yang diterima Mahkamah Internasional adalah dokumen dari pihak Malaysia yang membuktikan bahwa Inggris (negara yang menjajah Malaysia) paling awal masuk Sipadan-Ligitan dengan bukti berupa mercusuar dan konservasi penyu.

7. Indonesia mengajukan bahwa Belanda (Negara yang menjajah Indonesia) pernah kepulau ini, namun dianggap tidak memiliki hak atas kedua pulau tersebut.  Itu karena Belanda yang pernah menjajah Indonesia hanya terbukti pernah masuk ke Sipadan-Ligitan. Tapi Belanda hanya singgah sebentar tanpa melakukan apapun.


8.  Setelah pulau Sipadan dan Ligitan jatuh ke tangan Malaysia :          
·  Kedua pulau ini berubah menjadi tempat wisata andalan Malaysia.
·  Resort-resort mewah menghiasi pulau yang dulu tak terawat dibiarkan tak terawat oleh Indonesia.
·  Pulau Sipadan dan Ligitan merupakan pulau yang bersahabat bagi para penyu.
·  Di pulau ini, banyak penyu datang untuk bertelur dan menetaskan telurnya.
· Pemandangan pasir putih di tepi pantai, terumbu karang yang indah merupakan daya tarik wisata yang kini sangat tersohor. 
· Dilansir dari beberapa sumber, kini pulau Sipadan dan Ligitan merupakan adalah tempat menyelam terbaik ke 3 tingkat dunia.        


Sumber : 


College Assignment Editions : Pengantar Sosiologi (Artikel Ilmiah)


PENERAPAN STRATIFIKASI SOSIAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

Rizqi Fajar Yuniarto
yrizqifajar@gmail.com
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Program Studi Sosiologi
Universitas Nasional


PENDAHULUAN

Stratifikasi sosial adalah struktur dalam masyarakat yang membagi masyarakat yang membagi masyarakat yang membagi masyarakat ke dalam tingkatan-tingkatan. Ukuran yang dipakai bisa dari tingkat kekayaan, pendidikan, keturunan. Atau kekuasaan. Dalam suatu stratifikasi terbagi menjadi  kelas-kelas sosial yang didefinisikan sebagai suatu strata (lapisan) orang-orang yang berkedudukan sama dalam rangkaian kesatuan kelas sosial. Hadirnya ketidaksamaan dalam hal jumlah harta kekayaan, jenjang pendidikan, asal usul keturunan, dan kekuasaan membuat manusia dapat disusun secara bertingkat. Ada yang berada di atas dan ada juga menempati posisi terbawah. Stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat ini terjadi dengan disengaja maupun memang alami terbentuk.  

Adanya penerapan sistem stratifikasi ini, dapat membuat sebuah hubungan dalam masyarakat menjadi tidak sejajar dan terlihat perbedaannya. Pentingnya memahami penerapan stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat ini, karena sejak dulu hingga sekarang selalu ada tingkatan seseorang dalam ruang lingkup sosial. Stratifikasi sosial ini berlaku hingga seterusnya dan akan selalu ada terjadi dalam suatu susunan sistem hubungan masyarakat didalam lingkungan apapun, misalnya lingkungan Rukun Tetangga, Perusahaan, Sekolah, dan lain-lain. Contohnya, dalam suatu perusahaan terdapat Stratifikasi dari yang tertinggi hingga terendah, ada yang menjadi pemilik perusahaan, karyawan perusahaan, teknisi perusahaan, sampai yang terbawah ialah cleaning service perusahaan. Semakin rendahnya suatu tingkatan, semakin sedikit jumlah seseorang dalam suatu tingkatan yang paling rendah tersebut. 

Dengan terbentuknya suatu penerapan stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat tentunya mempunyai tujuan, yaitu untuk memudahkan penggolongan suatu masyarakat supaya mudah diatur, untuk memberikan kemudahan pembagian kerja yang jelas, dan sebagai fungsi sosial untuk memperoleh kedudukannya dalam suatu ruang lingkup masyarakat. Tujuan tersebut merupakan acuan terbentuknya suatu stratifikasi dalam masyarakat, sehingga orang atau kelas sosial yang berada di lapisan terbawah akan termotivasi dan terpacu semangatnya untuk bisa meningkatkan kualitas dirinya untuk kemudian mengadakan mobilitas ke strata yang lebih tinggi.

TEORI

Konsep yang dilakukan Bernard Barber ialah konsep bentuk (shape), yang mengacu pada proporsi orang yang terletak di kelas sosial yang berlainan. Suatu stratifikasi dapat berbentuk segitiga. Ini berarti bahwa semakin tinggi posisi dalam stratifikasi, semakin sedikit jumlah yang tersedia. 
Barber dalam Sunarto ( 2004: 88 )

MASALAH

1.     Konsep Stratifikasi sosial dapat menyebabkan kesenjangan sosial, karena memuat tentang perbedaan antar kelas.

2.    Adanya perbedaan kelas dalam Stratifikasi sosial bisa berdampak konflik sosial, dan dapat menyebabkan korban jiwa.

3.    Masyarakat akan bersaing untuk mendapat suatu strata yang lebih tinggi, terkadang bisa menempuh dengan cara yang negatif demi ambisi tersebut.

SIMPULAN

Stratifikasi sosial memuat tentang lapisan-lapisan atau tingkatan masyarakat dengan acuan pada tingkat kekayaan, pendidikan, keturunan. Dalam hal ini, Stratifikasi juga dapat disebut sebagai pembatas antara masyarakat. Akibatnya, adanya Stratifikasi ini sangat rentan terhadap konflik sosial, karena di dalam teori tersebut ada unsur “membedakan” dari antar kelas sosial atas dan bawah pada struktur masyarakat. Sebagai masyarakat masa kini, sebaiknya menjaga hubungan yang erat dan menghormati antar golongan, kelas, juga tingkatan sosial agar kesenjangan dan konflik sosial tidak terjadi. Karena bagaimanapun, antara kelas sosial dalam stratifikasi bisa berkontribusi menciptakan hubungan saling membutuhkan dan menguntungkan satu sama lain.

DAFTAR PUSTAKA

Sunarto, Kamanto. 2004. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
S., Alam & Henry Hidayat. 2006. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMK dan MAK Kelas XI. Jakarta: Erlangga.