Apa yang dimaksud
dengan Geopolitik
Geopolitik berasal dari dua kata, yaitu “geo” dan “politik“.
“Geo” artinya Bumi/Planet Bumi. Geopolitik adalah “suatu
studi yang mengkaji masalah-masalah geografi, sejarah dan ilmu sosial, dengan
merujuk kepada politik internasional”
TUJUAN
GEOPOLITIK
Geopolitik bertujuan untuk melindungi wilayah dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dari ancaman yang berasal dari Luar Negeri. Maka untuk itu terjadi penguatan besar-besaran pada Sumber Daya dan Infrastruktur Militer.
Geopolitik bertujuan untuk melindungi wilayah dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dari ancaman yang berasal dari Luar Negeri. Maka untuk itu terjadi penguatan besar-besaran pada Sumber Daya dan Infrastruktur Militer.
PERANAN
GEOPOLITIK :
1. Berusaha
menghubungkan kekuasaan negara dengan potensi alam yang tersedia
2. Menghubungkan
kebijaksanaan suatu pemerintahan dengan situasi dan kondisi alam
3. Menentukan
bentuk dan corak politik luar dan dalam negeri
4. Berusaha
untuk meningkatkan posisi dan kedudukan suatu negara berdasarkan teori negara
sebagai organisme, dan teori-teori geopolitik lainnya
TEORI
GEOPOLITIK
1.
Frederick Ratzel (Teori Ruang ; 1897)
Inti ajaran Ratzel adalah teori ruang yang ditempati oleh kelompok-kelompok politik (negara-negara) yang mengembangkan hukum ekspansionisme baik di bidang gagasan, perutusan maupun produk.
Inti ajaran Ratzel adalah teori ruang yang ditempati oleh kelompok-kelompok politik (negara-negara) yang mengembangkan hukum ekspansionisme baik di bidang gagasan, perutusan maupun produk.
2.
Rudolf Kjellen (Teori Kekuatan)
Inti ajaran Kjellen adalah tiap negara di samping berupaya untuk menjaga kelangsungan hidupnya, juga mewajibkan bangsanya untuk berswasembada mengembangkan kekuatan nasionalnya secara terusa menerus.
Inti ajaran Kjellen adalah tiap negara di samping berupaya untuk menjaga kelangsungan hidupnya, juga mewajibkan bangsanya untuk berswasembada mengembangkan kekuatan nasionalnya secara terusa menerus.
3.
Karl Houshoffer (Teori Ekspansionisme : 1896-1946)
Karl Houshoffer mengajarkan faham geopolitik sebagai ajaran ekspansionisme dalam bentuk politik geografi yang menitikberatkan pada soal-soal strategi perbatasan, ruang hidup bangsa dan tekana rasial, ekonomi dan sosial sebagai faktor yang mengharuskan pembagian baru kekayaan dunia.
Karl Houshoffer mengajarkan faham geopolitik sebagai ajaran ekspansionisme dalam bentuk politik geografi yang menitikberatkan pada soal-soal strategi perbatasan, ruang hidup bangsa dan tekana rasial, ekonomi dan sosial sebagai faktor yang mengharuskan pembagian baru kekayaan dunia.
CONTOH
KASUS GEOPOLITIK INDONESIA
Perebutan
Pulau Sipadan dan Ligitan oleh Indonesia dan Malaysia -
1. Pada dasarnya, Pulau
Sipadan-Ligitan bukan merupakan wilayah Indonesia jika
didasarkan pada UU Nomor 4/Perppu/1960 tentang Negara Kepulauan. Meski
begitu, Sipadan dan Ligitan juga bukan merupakan wilayah Malaysia.
Alhasil Indonesia dan Malaysia berebut atas hak Sipadan dan Ligitan
dengan berbagai argumen.
2. Persengketaan antara
Indonesia dengan Malaysia, mencuat pada tahun 1967 ketika dalam pertemuan
teknis hukum laut antara kedua negara, masing-masing negara ternyata memasukkan
pulau Sipadan dan pulau Ligitan ke dalam batas-batas wilayahnya.
Kedua negara lalu sepakat agar Sipadan dan Ligitan dinyatakan dalam keadaan status status quo (Belum ada kepemilikan).
Kedua negara lalu sepakat agar Sipadan dan Ligitan dinyatakan dalam keadaan status status quo (Belum ada kepemilikan).
3. Pihak Malaysia memahami status quo sebagai tetap
berada di bawah Malaysia sampai persengketaan selesai, sedangkan pihak
Indonesia mengartikan bahwa dalam status ini berarti status kedua pulau tadi
tidak boleh ditempati/diduduki sampai persoalan atas kepemilikan dua pulau ini
selesai.
4. Malaysia malah membangun resort dan
penginapan yang terus bertambah dipulau SIPADAN dan Ligitan dan tiba-tiba
menjadi Berita. Indonesia, yang juga merasa memiliki pulau-pulau itu, segera
mengirim protes ke Kuala Lumpur meminta agar pembangunan di sana dihentikan
terlebih dahulu. Alasannya, Sipadan dan Ligitan itu masih dalam sengketa, belum
diputus siapa pemiliknya. Pada tahun 1969 pihak Malaysia secara sepihak
memasukkan kedua pulau tersebut ke dalam peta nasionalnya.
5. Lalu, Pemerintah Indonesia-Malaysia sepakat membawa
kasus ini ke mahkamah Internasional / International Court of Justice (ICJ) di
Den Hag, Belanda pada tahun 1997. Dalam putusan Mahkamah Internasional yang
jatuh pada 17 Desember 2002, Indonesia dinyatakan kalah.
6. Bukti sejarah yang diterima Mahkamah Internasional
adalah dokumen dari pihak Malaysia yang membuktikan bahwa Inggris (negara yang
menjajah Malaysia) paling awal masuk Sipadan-Ligitan dengan bukti
berupa mercusuar dan konservasi penyu .
7. Indonesia mengajukan bahwa Belanda (Negara yang
menjajah Indonesia) pernah kepulau ini, namun dianggap tidak memiliki hak atas
kedua pulau tersebut. Itu karena Belanda yang pernah menjajah Indonesia
hanya terbukti pernah masuk ke Sipadan-Ligitan. Tapi Belanda hanya singgah sebentar
tanpa melakukan apapun.
8. Setelah pulau Sipadan dan Ligitan jatuh ke tangan
Malaysia :
· Kedua pulau ini berubah menjadi tempat wisata
andalan Malaysia.
· Resort-resort mewah menghiasi pulau yang dulu tak
terawat dibiarkan tak terawat oleh Indonesia.
· Pulau Sipadan dan Ligitan merupakan pulau yang
bersahabat bagi para penyu.
· Di pulau ini, banyak penyu datang untuk bertelur
dan menetaskan telurnya.
· Pemandangan pasir putih di tepi pantai, terumbu
karang yang indah merupakan daya tarik wisata yang kini sangat tersohor.
· Dilansir dari beberapa sumber, kini pulau Sipadan
dan Ligitan merupakan adalah tempat menyelam terbaik ke 3 tingkat dunia.
Sumber :