PENERAPAN
STRATIFIKASI SOSIAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
Rizqi
Fajar Yuniarto
yrizqifajar@gmail.com
Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Program
Studi Sosiologi
Universitas
Nasional
PENDAHULUAN
Stratifikasi sosial adalah struktur dalam masyarakat yang membagi masyarakat yang membagi masyarakat yang membagi masyarakat ke dalam tingkatan-tingkatan. Ukuran yang dipakai bisa dari tingkat kekayaan, pendidikan, keturunan. Atau kekuasaan. Dalam suatu stratifikasi terbagi menjadi kelas-kelas sosial yang didefinisikan sebagai suatu strata (lapisan) orang-orang yang berkedudukan sama dalam rangkaian kesatuan kelas sosial. Hadirnya ketidaksamaan dalam hal jumlah harta kekayaan, jenjang pendidikan, asal usul keturunan, dan kekuasaan membuat manusia dapat disusun secara bertingkat. Ada yang berada di atas dan ada juga menempati posisi terbawah. Stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat ini terjadi dengan disengaja maupun memang alami terbentuk.
Adanya penerapan sistem stratifikasi ini, dapat membuat sebuah hubungan dalam masyarakat menjadi tidak sejajar dan terlihat perbedaannya. Pentingnya memahami penerapan stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat ini, karena sejak dulu hingga sekarang selalu ada tingkatan seseorang dalam ruang lingkup sosial. Stratifikasi sosial ini berlaku hingga seterusnya dan akan selalu ada terjadi dalam suatu susunan sistem hubungan masyarakat didalam lingkungan apapun, misalnya lingkungan Rukun Tetangga, Perusahaan, Sekolah, dan lain-lain. Contohnya, dalam suatu perusahaan terdapat Stratifikasi dari yang tertinggi hingga terendah, ada yang menjadi pemilik perusahaan, karyawan perusahaan, teknisi perusahaan, sampai yang terbawah ialah cleaning service perusahaan. Semakin rendahnya suatu tingkatan, semakin sedikit jumlah seseorang dalam suatu tingkatan yang paling rendah tersebut.
Dengan terbentuknya suatu penerapan stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat tentunya mempunyai tujuan, yaitu untuk memudahkan penggolongan suatu masyarakat supaya mudah diatur, untuk memberikan kemudahan pembagian kerja yang jelas, dan sebagai fungsi sosial untuk memperoleh kedudukannya dalam suatu ruang lingkup masyarakat. Tujuan tersebut merupakan acuan terbentuknya suatu stratifikasi dalam masyarakat, sehingga orang atau kelas sosial yang berada di lapisan terbawah akan termotivasi dan terpacu semangatnya untuk bisa meningkatkan kualitas dirinya untuk kemudian mengadakan mobilitas ke strata yang lebih tinggi.
TEORI
Konsep
yang dilakukan Bernard Barber ialah konsep bentuk (shape), yang mengacu pada
proporsi orang yang terletak di kelas sosial yang berlainan. Suatu stratifikasi
dapat berbentuk segitiga. Ini berarti bahwa semakin tinggi posisi dalam stratifikasi,
semakin sedikit jumlah yang tersedia.
Barber
dalam Sunarto ( 2004: 88 )
MASALAH
1. Konsep
Stratifikasi sosial dapat menyebabkan kesenjangan sosial, karena memuat tentang
perbedaan antar kelas.
2. Adanya
perbedaan kelas dalam Stratifikasi sosial bisa berdampak konflik sosial, dan
dapat menyebabkan korban jiwa.
3. Masyarakat
akan bersaing untuk mendapat suatu strata yang lebih tinggi, terkadang bisa
menempuh dengan cara yang negatif demi ambisi tersebut.
SIMPULAN
Stratifikasi sosial memuat tentang
lapisan-lapisan atau tingkatan masyarakat dengan acuan pada tingkat kekayaan,
pendidikan, keturunan. Dalam hal ini, Stratifikasi juga dapat disebut sebagai
pembatas antara masyarakat. Akibatnya, adanya Stratifikasi ini sangat rentan
terhadap konflik sosial, karena di dalam teori tersebut ada unsur “membedakan”
dari antar kelas sosial atas dan bawah pada struktur masyarakat. Sebagai
masyarakat masa kini, sebaiknya menjaga hubungan yang erat dan menghormati
antar golongan, kelas, juga tingkatan sosial agar kesenjangan dan konflik
sosial tidak terjadi. Karena bagaimanapun, antara kelas sosial dalam
stratifikasi bisa berkontribusi menciptakan hubungan saling membutuhkan dan
menguntungkan satu sama lain.
DAFTAR
PUSTAKA
Sunarto,
Kamanto. 2004. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia .
S.,
Alam & Henry Hidayat. 2006. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMK dan
MAK Kelas XI. Jakarta: Erlangga .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar