Arround the World

Arround the World

Sabtu, 10 Desember 2016

College Assignment Editions : Pengantar Sosiologi (Artikel Ilmiah)


PENERAPAN STRATIFIKASI SOSIAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

Rizqi Fajar Yuniarto
yrizqifajar@gmail.com
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Program Studi Sosiologi
Universitas Nasional


PENDAHULUAN

Stratifikasi sosial adalah struktur dalam masyarakat yang membagi masyarakat yang membagi masyarakat yang membagi masyarakat ke dalam tingkatan-tingkatan. Ukuran yang dipakai bisa dari tingkat kekayaan, pendidikan, keturunan. Atau kekuasaan. Dalam suatu stratifikasi terbagi menjadi  kelas-kelas sosial yang didefinisikan sebagai suatu strata (lapisan) orang-orang yang berkedudukan sama dalam rangkaian kesatuan kelas sosial. Hadirnya ketidaksamaan dalam hal jumlah harta kekayaan, jenjang pendidikan, asal usul keturunan, dan kekuasaan membuat manusia dapat disusun secara bertingkat. Ada yang berada di atas dan ada juga menempati posisi terbawah. Stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat ini terjadi dengan disengaja maupun memang alami terbentuk.  

Adanya penerapan sistem stratifikasi ini, dapat membuat sebuah hubungan dalam masyarakat menjadi tidak sejajar dan terlihat perbedaannya. Pentingnya memahami penerapan stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat ini, karena sejak dulu hingga sekarang selalu ada tingkatan seseorang dalam ruang lingkup sosial. Stratifikasi sosial ini berlaku hingga seterusnya dan akan selalu ada terjadi dalam suatu susunan sistem hubungan masyarakat didalam lingkungan apapun, misalnya lingkungan Rukun Tetangga, Perusahaan, Sekolah, dan lain-lain. Contohnya, dalam suatu perusahaan terdapat Stratifikasi dari yang tertinggi hingga terendah, ada yang menjadi pemilik perusahaan, karyawan perusahaan, teknisi perusahaan, sampai yang terbawah ialah cleaning service perusahaan. Semakin rendahnya suatu tingkatan, semakin sedikit jumlah seseorang dalam suatu tingkatan yang paling rendah tersebut. 

Dengan terbentuknya suatu penerapan stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat tentunya mempunyai tujuan, yaitu untuk memudahkan penggolongan suatu masyarakat supaya mudah diatur, untuk memberikan kemudahan pembagian kerja yang jelas, dan sebagai fungsi sosial untuk memperoleh kedudukannya dalam suatu ruang lingkup masyarakat. Tujuan tersebut merupakan acuan terbentuknya suatu stratifikasi dalam masyarakat, sehingga orang atau kelas sosial yang berada di lapisan terbawah akan termotivasi dan terpacu semangatnya untuk bisa meningkatkan kualitas dirinya untuk kemudian mengadakan mobilitas ke strata yang lebih tinggi.

TEORI

Konsep yang dilakukan Bernard Barber ialah konsep bentuk (shape), yang mengacu pada proporsi orang yang terletak di kelas sosial yang berlainan. Suatu stratifikasi dapat berbentuk segitiga. Ini berarti bahwa semakin tinggi posisi dalam stratifikasi, semakin sedikit jumlah yang tersedia. 
Barber dalam Sunarto ( 2004: 88 )

MASALAH

1.     Konsep Stratifikasi sosial dapat menyebabkan kesenjangan sosial, karena memuat tentang perbedaan antar kelas.

2.    Adanya perbedaan kelas dalam Stratifikasi sosial bisa berdampak konflik sosial, dan dapat menyebabkan korban jiwa.

3.    Masyarakat akan bersaing untuk mendapat suatu strata yang lebih tinggi, terkadang bisa menempuh dengan cara yang negatif demi ambisi tersebut.

SIMPULAN

Stratifikasi sosial memuat tentang lapisan-lapisan atau tingkatan masyarakat dengan acuan pada tingkat kekayaan, pendidikan, keturunan. Dalam hal ini, Stratifikasi juga dapat disebut sebagai pembatas antara masyarakat. Akibatnya, adanya Stratifikasi ini sangat rentan terhadap konflik sosial, karena di dalam teori tersebut ada unsur “membedakan” dari antar kelas sosial atas dan bawah pada struktur masyarakat. Sebagai masyarakat masa kini, sebaiknya menjaga hubungan yang erat dan menghormati antar golongan, kelas, juga tingkatan sosial agar kesenjangan dan konflik sosial tidak terjadi. Karena bagaimanapun, antara kelas sosial dalam stratifikasi bisa berkontribusi menciptakan hubungan saling membutuhkan dan menguntungkan satu sama lain.

DAFTAR PUSTAKA

Sunarto, Kamanto. 2004. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
S., Alam & Henry Hidayat. 2006. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMK dan MAK Kelas XI. Jakarta: Erlangga.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar